Nasuonal,Scopus

Berapa Persen Turnitin yang Aman untuk Jurnal?

Dipublikasikan 8 Agustus 2026

Berapa Persen Turnitin yang Aman untuk Jurnal?

Berapa Persen Turnitin yang Aman untuk Jurnal?

Banyak mahasiswa yang sedang mempersiapkan publikasi jurnal bertanya, “Berapa persen Turnitin yang aman untuk jurnal?” Pertanyaan ini wajar, terutama bagi mahasiswa yang menjadikan publikasi artikel ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan.

Namun, perlu dipahami bahwa tidak ada satu angka persentase Turnitin yang berlaku secara universal untuk semua jurnal. Setiap jurnal, perguruan tinggi, dan institusi dapat memiliki kebijakan similarity yang berbeda. Karena itu, selain memperhatikan persentase similarity, penulis juga perlu melihat bagian teks yang terdeteksi dan sumber kemiripannya.

Berapa Persen Turnitin yang Aman untuk Jurnal?

Pada dasarnya, semakin rendah tingkat similarity sebuah artikel, semakin kecil pula kemungkinan artikel tersebut memiliki kemiripan teks yang tidak diperlukan. Namun, angka similarity tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator untuk menentukan apakah sebuah artikel bebas dari plagiarisme.

Sebagai gambaran, artikel dengan similarity yang relatif rendah sering kali lebih mudah melewati pemeriksaan awal. Akan tetapi, batas yang dianggap dapat diterima tetap bergantung pada kebijakan jurnal atau institusi yang dituju.

Misalnya, sebuah jurnal dapat menetapkan batas similarity tertentu untuk proses editorial, sementara jurnal lainnya dapat memiliki ketentuan yang berbeda. Bahkan, dua artikel dengan persentase similarity yang sama belum tentu memiliki tingkat kemiripan yang sama karena sumber dan lokasi teks yang terdeteksi bisa berbeda.

Oleh karena itu, jangan hanya berfokus pada angka seperti 10%, 15%, atau 20%. Yang lebih penting adalah memahami dari mana similarity tersebut berasal.

Apakah Turnitin 20% Aman untuk Jurnal?

Turnitin 20% tidak otomatis berarti artikel tersebut aman atau bermasalah.

Persentase 20% menunjukkan bahwa terdapat sejumlah kemiripan teks yang teridentifikasi oleh sistem berdasarkan database yang digunakan. Kemiripan tersebut dapat berasal dari berbagai sumber, seperti artikel ilmiah, website, dokumen institusi, atau karya ilmiah lainnya.

Sebagai contoh, similarity dapat meningkat karena:

  • Kutipan langsung yang memang digunakan dalam penelitian.
  • Daftar pustaka yang terbaca oleh sistem.
  • Nama teori atau istilah akademik yang umum.
  • Nama peraturan atau lembaga.
  • Bagian metode penelitian dengan istilah yang relatif standar.
  • Kalimat yang terlalu dekat dengan sumber referensi.

Karena itu, persentase similarity harus dibaca bersama dengan laporan sumber kemiripan, bukan hanya melihat angka totalnya.

Similarity Turnitin dan Plagiarisme Apakah Sama?

Tidak. Similarity dan plagiarisme merupakan dua hal yang berbeda.

Turnitin pada dasarnya membantu mengidentifikasi kemiripan teks antara suatu dokumen dengan sumber yang terdapat dalam database. Sistem tersebut tidak secara otomatis menentukan bahwa seluruh teks yang terdeteksi sebagai similarity merupakan tindakan plagiarisme.

Misalnya, sebuah artikel memiliki similarity 15%. Sebagian similarity tersebut mungkin berasal dari kutipan yang sudah diberikan sitasi dengan benar. Dalam kondisi tersebut, persentase similarity tidak serta-merta berarti penulis melakukan plagiarisme.

Sebaliknya, persentase similarity yang rendah juga tidak otomatis menjamin bahwa sebuah artikel bebas dari masalah akademik. Oleh sebab itu, pemeriksaan manual dan pemahaman terhadap sumber tetap diperlukan.

Mengapa Similarity Jurnal Bisa Tinggi?

Ada beberapa alasan mengapa artikel ilmiah dapat memiliki tingkat similarity yang cukup tinggi.

1. Kutipan langsung

Penggunaan kutipan langsung dapat meningkatkan similarity karena teks memang sengaja diambil dari sumber tertentu.

2. Parafrase yang terlalu dekat dengan sumber

Parafrase bukan sekadar mengganti beberapa kata dengan sinonim. Jika struktur kalimat dan susunan gagasan masih sangat mirip dengan sumber asli, similarity tetap dapat terdeteksi.

3. Penggunaan istilah akademik yang umum

Istilah tertentu dalam bidang ilmu tertentu memang sulit diubah. Misalnya istilah metodologi, nama teori, variabel penelitian, atau terminologi teknis.

4. Bagian metode penelitian

Artikel dengan metode penelitian yang menggunakan prosedur standar dapat memiliki beberapa kalimat yang serupa dengan penelitian lain.

5. Daftar pustaka

Tergantung pengaturan pemeriksaan, daftar pustaka dapat ikut terbaca dan berkontribusi terhadap persentase similarity.

6. Sumber dari penelitian sebelumnya

Jika artikel merupakan pengembangan dari penelitian terdahulu, terdapat kemungkinan beberapa istilah atau bagian penjelasan memiliki kemiripan dengan karya sebelumnya.

Bagian Jurnal yang Sering Memiliki Similarity

Beberapa bagian artikel ilmiah yang perlu diperiksa dengan lebih teliti antara lain:

Pendahuluan

Bagian ini sering menggunakan teori dan hasil penelitian terdahulu sehingga perlu dipastikan setiap gagasan dari sumber lain telah diparafrasekan dan disitasi dengan tepat.

Tinjauan pustaka

Literature review menggunakan banyak referensi sehingga penulis perlu memastikan bahwa uraian yang dibuat merupakan sintesis, bukan sekadar menyalin penjelasan dari sumber.

Metode penelitian

Beberapa istilah dan prosedur penelitian bersifat standar sehingga similarity dapat muncul secara alami.

Hasil dan pembahasan

Bagian ini idealnya lebih banyak berisi hasil analisis dan interpretasi penulis sendiri.

Daftar pustaka

Daftar referensi dapat terbaca dalam pemeriksaan similarity tergantung pengaturan yang digunakan.

Cara Menurunkan Similarity Jurnal dengan Benar

Jika hasil Turnitin menunjukkan similarity yang cukup tinggi, jangan langsung menghapus banyak bagian artikel. Lakukan pemeriksaan secara sistematis.

1. Identifikasi sumber dengan similarity terbesar

Lihat sumber mana yang memberikan kontribusi paling besar terhadap similarity. Fokuskan perbaikan pada bagian tersebut terlebih dahulu.

2. Lakukan parafrase berdasarkan pemahaman

Baca sumber asli, pahami gagasannya, kemudian tuliskan kembali menggunakan struktur kalimat sendiri. Parafrase yang baik tidak hanya mengganti kata, tetapi juga menyusun kembali cara penyampaian gagasan.

3. Gunakan kutipan dengan tepat

Jika suatu pernyataan memang perlu dikutip secara langsung, gunakan format kutipan dan sumber sesuai aturan akademik yang berlaku.

4. Tambahkan analisis penulis

Artikel ilmiah yang baik tidak hanya merangkum penelitian sebelumnya. Penulis perlu memberikan analisis, interpretasi, perbandingan, dan argumentasi berdasarkan hasil penelitian.

5. Periksa kembali sitasi

Pastikan setiap gagasan, data, teori, atau pernyataan yang berasal dari sumber lain telah diberikan referensi yang sesuai.

6. Hindari parafrase mekanis

Mengganti kata dengan sinonim secara otomatis bukanlah cara terbaik untuk mengurangi similarity. Selain berpotensi menghasilkan kalimat yang tidak natural, cara tersebut juga dapat mengubah makna asli.

Apakah Jurnal Harus Memiliki Turnitin di Bawah 10%?

Tidak selalu.

Angka 10% sering dianggap sebagai target yang baik oleh sebagian penulis, tetapi tidak dapat dianggap sebagai standar universal untuk seluruh jurnal.

Ada jurnal yang memiliki ketentuan similarity tertentu, ada pula yang memberikan penilaian berdasarkan hasil pemeriksaan editorial secara keseluruhan.

Karena itu, sebelum melakukan submission, selalu periksa:

  • Author Guidelines jurnal.
  • Kebijakan plagiarism dan similarity jurnal.
  • Ketentuan perguruan tinggi.
  • Ketentuan program studi.
  • Instruksi dari dosen atau pembimbing.

Dengan demikian, penulis tidak hanya mengejar angka similarity tertentu, tetapi benar-benar memastikan artikel memenuhi standar akademik dan kebijakan jurnal tujuan.

Tips Agar Similarity Jurnal Tetap Rendah

Berikut beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan sejak awal menulis:

  1. Gunakan referensi sebagai dasar pemikiran, bukan untuk menyalin teks.
  2. Tulis ulang gagasan dengan bahasa sendiri.
  3. Gunakan sitasi secara konsisten.
  4. Hindari penggunaan kalimat yang terlalu panjang dan identik dengan sumber.
  5. Perbanyak analisis dan interpretasi hasil penelitian.
  6. Gunakan kutipan langsung hanya ketika benar-benar diperlukan.
  7. Lakukan pengecekan similarity sebelum submission.
  8. Baca kembali laporan Turnitin, bukan hanya melihat persentase akhirnya.
  9. Pastikan format sitasi dan daftar pustaka sesuai dengan gaya jurnal.
  10. Sesuaikan artikel dengan author guidelines jurnal tujuan.

Checklist Sebelum Submit Jurnal

Sebelum mengirim artikel ke jurnal, pastikan beberapa hal berikut sudah diperiksa:

? Similarity sudah diperiksa.

? Sumber dengan kemiripan tinggi sudah ditinjau.

? Parafrase sudah dilakukan secara akademis.

? Semua sumber telah diberikan sitasi.

? Kutipan langsung sudah ditulis dengan benar.

? Daftar pustaka sudah sesuai dengan sitasi dalam teks.

? Artikel sudah mengikuti template jurnal.

? Author guidelines sudah diperiksa.

? Bahasa dan tata tulis sudah diperiksa.

? Artikel siap untuk submission.

Kesimpulan

Jadi, berapa persen Turnitin yang aman untuk jurnal?

Tidak ada satu angka yang dapat disebut aman untuk semua jurnal. Batas similarity dapat berbeda tergantung kebijakan jurnal, perguruan tinggi, dan institusi yang bersangkutan.

Yang terpenting bukan hanya mengejar persentase tertentu, tetapi memastikan bahwa artikel ditulis secara orisinal, setiap sumber telah disitasi dengan benar, parafrase dilakukan secara akademis, dan tidak terdapat penggunaan karya orang lain tanpa atribusi yang sesuai.

Sebelum melakukan submission, sebaiknya periksa terlebih dahulu hasil similarity beserta sumber yang terdeteksi, kemudian lakukan perbaikan pada bagian yang memang memiliki kemiripan tidak diperlukan.

Butuh Bantuan Mempersiapkan Artikel Sebelum Submit?

Sudah selesai menulis jurnal tetapi masih khawatir dengan hasil Turnitin, format artikel, atau kesiapan naskah untuk submission?

JurnalPedia siap membantu Anda mempersiapkan artikel agar lebih rapi dan sesuai dengan kebutuhan publikasi.

Mulai dari pengecekan similarity, proofreading, parafrase akademik, formatting, hingga pendampingan persiapan submission ke jurnal tujuan.

Konsultasikan artikel Anda dengan JurnalPedia dan persiapkan naskah sebelum melakukan submission.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Konsultasi Gratis