Nasional,Scopus

Cara Membuat Artikel Jurnal dari Skripsi: Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Tingkat Akhir

Dipublikasikan 28 Juli 2026

Cara Membuat Artikel Jurnal dari Skripsi: Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Tingkat Akhir

Cara Membuat Artikel Jurnal dari Skripsi: Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Tingkat Akhir

Menyelesaikan skripsi bukan berarti perjalanan penelitian telah berakhir. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat dikembangkan menjadi artikel jurnal dan dipublikasikan agar dapat dibaca, dipelajari, serta dimanfaatkan oleh masyarakat akademik yang lebih luas.

Namun, banyak mahasiswa masih menganggap bahwa membuat artikel jurnal berarti memindahkan seluruh isi skripsi ke dalam format jurnal. Padahal, artikel jurnal memiliki karakteristik yang berbeda. Artikel harus lebih ringkas, fokus pada temuan utama, menggunakan bahasa ilmiah yang efektif, dan mengikuti pedoman penulisan dari jurnal yang dituju.

Lalu, bagaimana cara membuat artikel jurnal dari skripsi? Berikut panduan lengkap yang dapat dijadikan sebagai acuan.

1. Tentukan Fokus Utama Penelitian

Langkah pertama adalah menentukan bagian penelitian yang akan menjadi fokus artikel. Skripsi biasanya membahas penelitian secara lebih luas dan mendalam, sedangkan artikel jurnal memiliki ruang yang lebih terbatas.

Pilih satu fokus utama yang paling relevan dan memiliki kontribusi yang jelas. Fokus tersebut dapat berupa:

  1. hasil penelitian yang paling penting;
  2. hubungan antarvariabel;
  3. temuan baru;
  4. masalah utama yang berhasil dianalisis;
  5. rekomendasi atau implikasi penelitian.

Dengan fokus yang jelas, proses penulisan artikel akan menjadi lebih terarah dan pembahasan tidak melebar ke berbagai topik.

2. Buat Judul Artikel yang Spesifik dan Informatif

Judul merupakan bagian pertama yang dilihat oleh editor dan pembaca. Oleh karena itu, judul harus menggambarkan isi penelitian secara jelas tanpa terlalu panjang.

Judul yang baik umumnya memuat topik utama, objek atau subjek penelitian, serta konteks penelitian jika diperlukan.

Contoh:

Judul skripsi:

Pengaruh Digital Marketing, Kualitas Produk, dan Harga terhadap Keputusan Pembelian pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kabupaten X

Judul artikel jurnal:

Pengaruh Digital Marketing dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian UMKM di Kabupaten X

Judul artikel dibuat lebih ringkas dengan mempertahankan variabel atau pembahasan yang paling relevan.

3. Susun Abstrak secara Ringkas dan Padat

Abstrak adalah ringkasan singkat dari keseluruhan penelitian. Bagian ini perlu menjelaskan inti penelitian tanpa memuat pembahasan yang terlalu panjang.

Secara umum, abstrak mencakup:

latar belakang atau tujuan penelitian;

metode yang digunakan;

objek atau jumlah responden;

hasil utama penelitian;

kesimpulan atau implikasi penelitian.

Abstrak sebaiknya ditulis secara padat dan mengikuti jumlah kata yang ditentukan oleh jurnal tujuan. Hindari memasukkan terlalu banyak teori, kutipan, atau penjelasan yang tidak berkaitan langsung dengan hasil penelitian.

4. Tulis Pendahuluan yang Fokus pada Masalah Penelitian

Pendahuluan bertujuan menjelaskan alasan mengapa penelitian penting untuk dilakukan. Bagian ini tidak perlu memuat seluruh teori atau uraian panjang seperti pada Bab I skripsi.

Pendahuluan yang baik dapat disusun dengan urutan berikut:

  1. Jelaskan fenomena atau masalah utama.
  2. Sajikan data atau fakta yang mendukung.
  3. Tunjukkan kesenjangan penelitian atau research gap.
  4. Jelaskan tujuan penelitian.
  5. Tegaskan kontribusi atau nilai kebaruan penelitian.
  6. Pastikan setiap paragraf memiliki hubungan yang jelas dan mengarah pada tujuan penelitian.

5. Ringkas Tinjauan Pustaka

Dalam skripsi, tinjauan pustaka dapat terdiri atas banyak teori dan penelitian terdahulu. Namun, dalam artikel jurnal, teori yang digunakan sebaiknya dipilih berdasarkan relevansinya terhadap penelitian.

Gunakan referensi yang:

  1. sesuai dengan variabel atau topik penelitian;
  2. berasal dari sumber ilmiah yang kredibel;
  3. mendukung argumentasi penelitian;
  4. memiliki keterkaitan langsung dengan hasil penelitian.
  5. Mahasiswa juga perlu memperhatikan kebaruan referensi. Sebisa mungkin, gunakan jurnal terbaru tanpa mengabaikan teori utama yang masih relevan.

6. Susun Metode Penelitian secara Jelas

Bagian metode menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan. Penjelasannya harus cukup rinci agar pembaca dapat memahami proses penelitian.

Informasi yang umumnya dicantumkan meliputi:

  1. jenis dan pendekatan penelitian;
  2. lokasi atau objek penelitian;
  3. populasi dan sampel;
  4. teknik pengumpulan data;
  5. instrumen penelitian;
  6. teknik analisis data.

Metode tidak perlu ditulis terlalu panjang. Fokuskan pada informasi yang benar-benar diperlukan untuk menjelaskan prosedur penelitian.

7. Sajikan Hasil Penelitian secara Efektif

Bagian hasil berisi temuan utama yang diperoleh dari proses penelitian. Data dapat disajikan melalui tabel, grafik, atau uraian singkat.

Saat menyajikan hasil, perhatikan beberapa hal berikut:

  1. gunakan tabel atau gambar yang mudah dibaca;
  2. hindari menampilkan data yang tidak berkaitan dengan tujuan penelitian;
  3. jangan mengulang seluruh isi tabel dalam bentuk paragraf;
  4. tampilkan hasil yang paling relevan.
  5. Setiap tabel dan gambar harus diberi judul, nomor, serta penjelasan yang sesuai dengan pedoman jurnal.

8. Bahas Hasil dengan Analisis yang Mendalam

Pembahasan tidak hanya menjelaskan hasil penelitian, tetapi juga menafsirkan makna dari temuan tersebut.

Dalam bagian pembahasan, mahasiswa dapat:

  1. menjelaskan alasan munculnya hasil penelitian;
  2. menghubungkan hasil dengan teori;
  3. membandingkan hasil dengan penelitian terdahulu;
  4. menjelaskan persamaan atau perbedaan temuan;
  5. menguraikan implikasi penelitian.

Pembahasan yang baik menunjukkan kemampuan penulis dalam memahami data dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

9. Buat Kesimpulan yang Menjawab Tujuan Penelitian

Kesimpulan harus menjawab tujuan atau pertanyaan penelitian. Hindari mengulang seluruh pembahasan atau memasukkan informasi baru.

Kesimpulan sebaiknya menjelaskan:

  1. temuan utama penelitian;
  2. makna atau kontribusi hasil penelitian;
  3. implikasi yang dapat digunakan oleh pihak terkait.
  4. Jika jurnal mengizinkan, penulis dapat menambahkan keterbatasan penelitian dan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.

10. Susun Daftar Pustaka dengan Benar

Daftar pustaka harus sesuai dengan sumber yang benar-benar dikutip dalam artikel. Gunakan gaya sitasi yang ditentukan oleh jurnal, seperti APA, Harvard, Chicago, atau gaya lainnya.

Untuk mempermudah pengelolaan referensi, mahasiswa dapat menggunakan aplikasi seperti Mendeley, Zotero, atau aplikasi manajemen referensi lainnya.

Sebelum mengirim artikel, periksa kembali apakah:

  1. semua kutipan tercantum dalam daftar pustaka;
  2. semua daftar pustaka dikutip dalam artikel;
  3. format penulisan sudah konsisten;
  4. informasi penulis dan tahun publikasi sudah benar.

11. Pilih Jurnal yang Sesuai

Setelah artikel selesai, jangan langsung mengirimkan naskah ke sembarang jurnal. Periksa terlebih dahulu kesesuaian antara topik artikel dan ruang lingkup jurnal.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. fokus dan ruang lingkup jurnal;
  2. indeksasi jurnal;
  3. reputasi penerbit;
  4. biaya publikasi atau article processing charge;
  5. waktu proses publikasi;
  6. pedoman penulis;
  7. kualitas dan kredibilitas jurnal.

Memilih jurnal yang sesuai dapat meningkatkan peluang naskah untuk diproses oleh editor dan reviewer.

12. Sesuaikan Artikel dengan Template Jurnal

Setiap jurnal memiliki aturan penulisan yang berbeda. Oleh karena itu, artikel harus disesuaikan dengan author guidelines atau pedoman penulis.

Periksa ketentuan mengenai:

  1. jumlah kata;
  2. struktur artikel;
  3. format judul;
  4. gaya sitasi;
  5. ukuran dan jenis huruf;
  6. format tabel dan gambar;
  7. jumlah maksimal referensi;
  8. aturan pengiriman naskah.

Jangan mengabaikan tahap ini karena ketidaksesuaian format dapat menyebabkan artikel dikembalikan untuk diperbaiki atau mengalami penolakan awal oleh editor.

Checklist Sebelum Submit Artikel Jurnal

Sebelum mengirim artikel, pastikan hal-hal berikut telah diperiksa:

  1. Judul sudah jelas dan sesuai dengan isi penelitian.
  2. Abstrak memuat tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan.
  3. Artikel memiliki fokus yang jelas.
  4. Pendahuluan menunjukkan masalah dan tujuan penelitian.
  5. Metode penelitian dijelaskan secara memadai.
  6. Hasil disajikan secara sistematis.
  7. Pembahasan dikaitkan dengan teori dan penelitian terdahulu.
  8. Kesimpulan menjawab tujuan penelitian.
  9. Referensi sudah sesuai dengan gaya sitasi jurnal.
  10. Artikel telah disesuaikan dengan template jurnal.
  11. Bahasa dan tata tulis sudah diperiksa.
  12. Jurnal tujuan sesuai dengan topik penelitian.

Kesimpulan

Membuat artikel jurnal dari skripsi membutuhkan proses penyederhanaan, pemilihan fokus, dan penyesuaian terhadap standar publikasi ilmiah. Artikel jurnal bukan salinan singkat dari skripsi, melainkan naskah ilmiah yang disusun secara lebih padat dan berorientasi pada temuan utama penelitian.

Mahasiswa dapat memulai dengan menentukan fokus penelitian, menyusun struktur artikel secara sistematis, memilih jurnal yang sesuai, serta mengikuti pedoman penulis. Dengan persiapan yang baik, hasil penelitian skripsi dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang lebih berkualitas dan siap diajukan untuk publikasi.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Artikel Terkait

Apakah Publikasi Jurnal Bisa Masuk BKD? Ketahui Aturannya

Apakah Publikasi Jurnal Bisa Masuk BKD? Ketahui Aturannya

Apakah publikasi jurnal bisa dilaporkan dalam BKD? Simak aturan, jenis jurnal yang diakui, dokumen pendukung, dan tips pelaporannya di sini.

Syarat Publikasi untuk Lektor Kepala Terbaru: Panduan Lengkap Dosen Tahun 2026

Syarat Publikasi untuk Lektor Kepala Terbaru: Panduan Lengkap Dosen Tahun 2026

Sedang mempersiapkan usulan Lektor Kepala? Pahami syarat publikasi terbaru, jenis jurnal yang diakui, peran penulis, serta dokumen yang perlu disiapkan agar proses kenaikan jabatan akademik berjalan lebih lancar. Panduan ini membantu dosen menyusun strategi publikasi yang tepat sesuai ketentuan yang berlaku.

Mengapa Pendampingan Publikasi Jurnal Semakin Dibutuhkan Peneliti?

Mengapa Pendampingan Publikasi Jurnal Semakin Dibutuhkan Peneliti?

Pendampingan publikasi jurnal kini menjadi solusi bagi banyak peneliti untuk meningkatkan kualitas manuskrip dan memperbesar peluang artikel diterima di jurnal bereputasi. Mulai dari pemilihan jurnal, penyuntingan naskah, proofreading, hingga proses submit, pendampingan yang tepat membantu peneliti menghindari kesalahan umum dan menjalani proses publikasi dengan lebih efektif.

Konsultasi Gratis